Powered by Blogger.
  • Home
  • About
  • Contact
  • Policy
instagram

FriestaMonita


Hai. Assalamualaikum..

Mengingat usiaku sudah diatas 25 tahun, sudah saatnya untuk beralih menggunakan skincare antiaging. Meskipun belum terlihat nyata keriputnya, tapi harus diinvestasikan mulai sekarang. Skincare antiaging andalanku adalah yang mengandung komposisi RETINOL. Mengapa harus retinol ? Nah, kali ini aku akan mengupas apa itu retinol, apa saja benefits-nya dan cara menggunakan retinol agar hasilnya optimal. 

Apa itu retinol?

Retinol adalah turunan dari vitamin A yang dibuat melalui proses kimia. Retinol banyak ditemukan pada produk skincare antiaging karena ia mampu menciptakan sel-sel kulit yang baru dengan cepat. Otomatis produksi kolagen pada kulit juga akan meningkat. Akibatnya, garis-garis halus (finelines) dan keriput (wrinkle) pada wajah berkurang. 

Cara kerja Retinol dalam meperbaiki kulit adalah sebagai berikut :

Menebalkan lapisan kulit terluar ☑

Meningkatkan produksi Hyaluronic Acid kulit agar tetap plump ☑

Meningkatkan produksi kolagen ☑

Memperlambat pemecahan kolagen ☑

Menghalangi pertumbuhan jerawat ☑

 

Penggunaan Retinol saja pada produk skincare dapat menyebabkan iritasi dan kekeringan (dryness). Perlu adanya kombinasi bahan Retinol dengan bahan skicnare  lainnya. Retinol baik dikombinasikan dengan bahan Niacinamide, Hyaluronic Acid dan Vitamin C. Berikut keunggulan dari masing-masing kombinan.

Retinol + Niacinamide.

Keduanya boleh digunakan secara bersamaan karena mampu mengurangi iritasi dan dryness dari efek pemakaian retinol. Niacinamide adalah turunan vitamin B3. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, penggunaan Niacinamide 4% dapat mengatasi jerawat dan cocok untuk oilyskin. Selain itu, Niacinamide 5% mampu mengurasi tanda-tanda penuaan seperti wrinkling, finelines dan darkspot. Penggunaan Niacinamide bisa dilayer sebelum ataupun sesudah. Lebih baik lagi jika Retinol dan Niaciname sudah tercampur dalam satu produk skincare.

Retinol + Hyaluronic Acid (HA)

HA adalah komponen utama dari matriks ekstraseluler pada kulit yang memiliki sifat elastis dan padat. Keunggulan HA dapat mengikat air. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan HA dapat meningkatkan pembentukan jaringan kulit yang baru (kolagen). Kabar baiknya, Kombinasi Retinol dan HA dapat mengurangi efek samping dari retinol bahkan HA mampu menunjang kerja Retinol dalam memperbaiki tanda-tanda penuaan yang disebabkan oleh fotoaging dalam waktu 8 minggu. Hyaluronic Acid lebih baik di-layer setelah Retinol agar dapat mengikat kelembaban.

Retinol + Vitamin C

Sebagian sumber referensi artikel banyak yang mengatakan tidak boleh mengkombinasikan Retinol dengan Vitamin C karena mereka tidak dapat berkerja secara optimal. Namun, berdasarkan penelitian yang pernah aku baca kedua bahan tersebut boleh dikombinasikan. Dengan catatan konsentrasi Retinol nya di bawah 0,1 % dan  Vitamin C dibawah 4 %. Penelitian tersebut juga menyebutkan Retinol dan Vitamin C mampu memperbaiki penuaan yang disebabkan fotoaging dan kronologis. Kalau ragu mencampurkan Retinol dan Vitamin C bisa dengan pemakaian bergantian di waktu yang berbeda. Retinol digunakan dimalam hari, sedangkan Vitamin C di siang hari.

Mempertimbangkan efek samping, sebaiknya Retinol digunakan ketika di malam hari. Selain dryness dan iritasi, efek samping yang ditimbulkan adalah photosensization. Pengguna Retinol sebaiknya menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan. Pemakaian Sunscreen sangat disarankan sebagai perlindungan sinar matahari. Namun, biasanya setelah penggunaan beberapa bulan, respon kulit terhadap radiasi sinar matahari kembali normal.

Pemakaian awal Retinol tidak boleh diaplikasikan pada wajah setiap hari. Gunakanlah hanya satu kali dalam satu minggu, agar kulit dapat beradaptasi terlebih dahulu. Jika tidak ada respon yang negatif seperti jerawat, kemerahan , gatal-gatal, lanjutkan hingga tiga kali seminggu. Pada akhirnya, Retinol bisa digunakan setiap hari.

Meskipun Retinol merupakan turunan dari Vitamin A, tidak semua orang boleh menggunakannya. Retinol dilarang keras untuk ibu hamil. Sebab ia dapat mempengaruhi perkembangan embrio dan janin. Dengan kata lain, Retinol dapat terserap sampai sel di dalam tubuh. Sedangkan untuk ibu menyusui masih membingungkan, sebab ada yang mengatakan boleh dan ada yang tidak. Pertimbangannya, air susu ibu dapat tercemar oleh Retinol. Oleh sebab itu demi keamanan bersama lebih baik dilarang untuk ibu menyusui.

Beralih kita pada cara menggunakan skincare retinol yang baik dan benar menurut versi ku. Kunci dari pemakaian Retinol adalah kelembaban kulit harus tetap terjaga. Rangkaian produknya sudah aku spill pada gambar dibawah. 

Cara pakai skincare retinol

Pertama-tama, double cleansing terlebih dahulu. Disini aku pakai Wardah Nature Daily Seaweed Micellar Water, kemudian cuci muka dengan menggunakan Garnier Bright Complete Brightening Face Wash Foam. Langkah selanjutnya hidrasi kulit dengan menyemprotkan toner kesukaan kalian. Viva Cosmetic Face Tonic Greentea adalah toner andalan ku sejak lama. Ini aku tuangkan dalam botol spray agar mengurangi gesekan saat penggunaan kapas. Biarkan setengah kering dan wajah siap untuk di-retinol-kan. Produk Skincare Retinol yang aku gunakan adalah Avoskin Miraculous Retinol Series baik itu toner dan ampoule-nya. Kemudian gunakan toner Retinol dengan cara ditepuk menggunakan tangan. Barulah diaplikasikan serum/ampoule Retinol. Setelah itu, spray lagi dengan toner Viva Cosmetic Face Tonic Greentea agar menambah hidrasi. Lalu ikat hidrasinya dengan menggunakan Somethinc Hyaluronic Acid (HA) Serum. Terakhir kunci kelembabannya dengan Pond's Moisturizer Glow in a Flash Watermelon. Semua langkah-langkah tersebut aku kerjakan di malam hari.


Kesimpulannya, Retinol merupakan bahan skincare yang baik untuk mengatasi tanda-tanda penuaan, namun dengan catatan harus sesuai term and condition cara penggunaannya. Kalau tidak sesuai, maka akan sebaliknya wajah akan menjadi iritasi dan kusam. Cukup sekian pembahasan kali ini, semoga bermanfaat. See you❤️

 

 

Source :

https://www.webmd.com/beauty/health-benefits-retinol-niacinamide

Oddo, T. dkk. 2012. A Placebo-Controlled Study Demonstrates the Long-Lasting Anti-Aging Benefits of a Cream Containing Retinol, DihydroxyMethylChromone (DMC) and Hyaluronic Acid. Journal of Cosmetics, Dermatological Sciences and Applications., 2: 51-59

Motamedi, M. dkk. 2022. A Clinician’s Guide to Topical Retinoids. Journal of Cutaneous Medicine and Surgery. 26(1) : 71–78

Mukherjee, S. dkk. 2006. Retinoids in the treatment of skin aging: an overview of clinical efficacy and safety. Clinical Interventions in Aging. 1(4): 327–348

Seite, S. dkk. 2004. Histological Evaluation of a Topically Applied Retinol-Vitamin C Combination. Skin Pharmacology and Physiology. 18: 81-87



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

 Hai! Assalamualaikum ~

Ngomong-ngomong usia 25 tahun, pasti tersemat kata Quarter Life Crisis. Konon katanya manusia akan mengalami Quarter Life Crisis dalam fase hidup. Termasuk aku juga mengalaminya. Bagaimana aku melalui masa Quarter Life Crisis? Di artikel ini, aku akan bercerita hal tersebut berdasarkan apa yang aku alami dan rasakan. Tidak menutup kemungkinan, Quarter Life Crisis yang aku alami berbeda dengan other good people. So, jangan dijadikan patokan baku yah good people. 


 

Sebelum masuk pada kisahku. Lebih baik good people tahu dulu tanda seseorang mengalami Quarter Life Crisis. 

1. Merasa gak bahagia menjalani rutinitas saat ini
2. Sering mencemaskan apa yang akan terjadi di masa depan
3. Merasa minder saat melihat aktivitas teman di medsos
4. Menyadari bahwa segala hal gak selalu berjalan sempurna
5. Merasa gak bahagia walaupun memiliki segudang prestasi

(source : Apa Itu Quarter Life Crisis? Bagaimana Cara Kamu Menghadapinya? )

2020 usia genap 25 tahun. Sebagian banyak orang sekelilingku mengalami hal yang tidak terduga di tahun 2020. Mungkin kami berada di energi yang sama, sehingga aku selalu terhubung dengan orang-orang yang mengalami hal serupa. Mereka juga tidak segan bercerita tentang apa yang mereka alami. Pengkhianatan, putus asa, khawatir, takut, sakit hati, bahkan ada yang sampai tidak ingin bertemu dengan siapapun. Aku definisikan 2020 adalah tahun yang menguras mental, pikiran dan perasaan.

Awal cerita aku baru saja lulus pendidikan magister. Ekspektasi yang sudah tersusun adalah aku gampang mendapatkan pekerjaan, menghasilkan uang yang banyak dan menikah. Ekspektasi ya hanya ekspektasi tidak menjadi kenyataan. Aku susah mendapatkan pekerjaan yang aku impikan dan aku putus with my ex karena suatu hal. Kalau ditanya rasanya bagaimana, bagaikan daging tersayat dibumbui garam. (maafkan aku yang hiperbola)

Singkat cerita, side effect dari kejadian tersebut timbul perasaan - perasaan negatif. Aku merasa tidak berguna dan tidak pantas untuk siapapun. Lalu aku juga mencemaskan masa depanku dengan bertanya-tanya pada diri sendiri "apa sih ending dari kisah ini?". Akibatnya, aku tidak bersemangat dalam beraktivitas. Kadang juga muncul perasaan kesepian dan inginnya menyendiri. Yang paling aneh adalah mood ku naik turun. Misalnya, hari ini aku rasa aku sudah sembuh deh, tapi tiga hari kemudian aku masih bisa menangis karena hal yang menyakitkan sebelumnya. Semua yang aku rasakan hampir related dengan tanda Quarter Life Crisis.

Lantas, apakah aku hanya berdiam diri saja? Tidak juga. Bersyukurnya aku dikelilingi orang-orang yang baik. Kemudian temanku menawarkan aku pekerjaan. Akhirnya aku mengajar di salah satu lembaga Bimbingan Belajar sambil mengajar les private. Sebenarnya pekerjaan ini belum bisa dikatakan main job. Aku masih membutuhkan pekerjaan yang menjanjikan secara karir dan finansial. Oleh sebab itu, aku masih berusaha memasukan lamaran pekerjaan di berbagai universitas dan sekolah, baik yang sedang buka lowongan ataupun tidak. 

Meskipun aku berada di zona kecemasan, aku masih membuka diri untuk bersosialisasi dengan teman-teman. Bahasa kerennya sekarang meet up di cafe. Obrolan-obrolan meet up yang aku ingat dari salah satu teman ku adalah ...

Kalau kamu menginginkan sesuatu, berusahalah secara totalitas. All in or nothing.

Menurutnya, Tuhan itu memperhatikan setiap detil tindakan dari usaha kita. Jika gagal dalam mendapatnya, Tuhan pasti tidak akan tinggal diam. Pasti menggantikan dengan sesuatu yang setara atau lebih dari yang kita inginkan. Tentunya, tidak ada penyesalan juga karena kita sudah melakukan yang terbaik. 

Maka beruntunglah aku bertemu dengannya dan memperoleh perkataan tersebut.

Pada akhirnya, 2020 mungkin termasuk tahun terburuk selama aku hidup di dunia, tapi kehidupan harus tetap berjalan. Beberapa tips versi frista based my experience untuk melalui Quarter Life Crisis. 

  1. Lakukan ibadah. Bukan sok agamis sih, tapi ini memang pondasi awal untuk memulai mendapatkan hati dan pikiran yang tenang.
  2. Minta maaf dan doa orang tua. Hal yang sepele sebenarnya, tapi bisa saja karena dosa sendiri kepada orang tua jadi terhambat apa-apa yang mau disegerakan oleh Tuhan kepada kita. Bisa saja juga yang selama ini terjadi adalah hasil dari doa orang tua. 
  3. Perbaiki ekspektasi. Marilah kita berekspektasi seperlunya saja, agar ia tidak melukai. Bagaimana kalau tidak berekspektasi? Aku tidak setuju. Menurutku kita masih perlu berekspektasi supaya mewujudkan apa yang ada dalam kendali kita. 
  4. Jangan berlarut dalam kesedihan. Manusiawi sekali kalau kita bersedih, tapi habiskan itu semua dalam satu malam. Besoknya harus ceria lagi. 
  5. Ciptakan hal sederhana/kecil yang membahagiakan, kemudian LAKUKAN!. Misalnya, aku bahagia banget kalau nonton drama korea, LAKUKAN! aku bahagia makan mie instan di setiap malam minggu, LAKUKAN! apapun pokoknya. Kalian berhak bahagia bahkan dari hal kecil.
  6. Jika inginkan sesuatu, All in or Nothing. Yash! Kerahkan semua yang bisa dilakukan. Jangan setengah-setengah. Kalau setengah - setengah, mending tidak usah sama sekali. 
  7. Olahraga. Jujur semenjak aku patenkan olahraga, mentalku menjadi lebih baik. Tidur menjadi lebih pulas. Mood juga tidak naik turun. Memang kalau memulai olahraga itu malas banget, tapi kalau sudah terjebak di dalam nya serasa tidak ingin berhenti. 
  8. Bersosialisasilah. Meet up kuy. Gassss kan. Gak punya money? Tenang Es teh masih ada kok yang 5000 haha. Bergaulah dengan teman lama dan teman baru. Kebetulan aku suka belajar dari pengalaman orang lain.
  9. Bersyukur. Nah ini adalah kunci dari segala kunci jiwa yang tenang. Mulailah bersyukur dari hal yang kecil. Contoh : Alhamdulillah aku masih bisa makan enak. Alhamdulillah aku bisa beli skincare. Alhamdulillah aku masih bisa ngopi. Alhamdulillah masih bisa gajihan. Alhamdulillah for everything. 
  10. Love yourself dan Selfcare. Tanamkan cukup bagiku diriku sendiri. Aku bisa bahagia karena diriku sendiri, bukan karena orang lain. Percantik diri, makan makanan yang bergizi dan pakailah skincare favorite.

  

Sekarang aku jauh lebih baik dari yang aku ceritakan diatas. Masih banyak berproses untuk menjadi manusia yang bermanfaat dan berhati luas. Selalu berusaha mengisi energi positif agar dapat menarik hal-hal baik. Hehe. Intinya masih banyak belajar untuk memanusiakan diri sendiri dan orang lain.

Sekali lagi tips yang aku jabarkan bukan hal yang baku, tapi semoga energi positifnya bisa nular ke kalian. Percayalah, apapun masalah yang kalian hadapi saat ini pasti ada alasan dibaliknya. Masalah datang pada masanya dan mereka datang bersama solusinya. Sekian dan terima gajih. 

Bonus foto wisudaku tahun 2020. xixi.

 

View this post on Instagram

A post shared by 𝙵𝚛𝚒𝚎𝚜𝚝𝚊 𝙰𝚍𝚎 𝙼𝚘𝚗𝚒𝚝𝚊 (@friestamonita)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Greeting

About Me


Hello readers. Sering-sering mampir ya. Sambil ngopi. Sambil ngemil. Siapa tahu ketagihan dan pengen datang lagi. HEHE xx

Hi, I'm Frista. Enjoy my blog, You!

Friestamonita
View my complete profile

Be More

Looking For Something?

Categories

Aloevera (2) Aloevera Gel (2) Beauty product (8) Beauty Talk (1) Beauty things (19) body lotion (1) body scrub (1) Cosmetic (1) Green Tea (1) handbody (1) Haul (1) Herborist (1) Just Miss (1) kuliah (3) Micellar Water (1) Natur (1) Nivea (1) Peel Off Mask (1) Pubasari (1) Review (11) S2 (3) sabun (1) scarlett whitening (1) Self Improvement (1) serum (2) Sharing (5) shower scrub (1) Some by mi (1) Vienna (1) Viva (1)

Blog Archive

  • April 2022 (2)
  • March 2022 (2)
  • February 2021 (1)
  • August 2020 (1)
  • June 2020 (2)
  • February 2020 (1)
  • December 2019 (2)
  • September 2019 (2)
  • October 2018 (1)
  • September 2018 (2)
  • August 2018 (1)
  • July 2018 (2)
  • June 2018 (2)
  • May 2018 (6)

Follow Me On

  • instagram

recent posts

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates